KONSEP JARINGAN DAN TCP/IP

LAPORAN PRAKTIKUM

MODUL III

KONSEP JARINGAN DAN TCP/IP

Disusun Oleh :

Riski Aulia

123080100 / Plug 4

Assisten:

M. Riza Hilmi

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN ” YOGYAKARTA

2009

DASAR TEORI KONSEP JARINGAN DAN TCP / IP

Network atau jaringan dalam bidang komputer dapat diartikan dua atau lebih komputer otonom yang dihubungkan dengan media / komunikasi dengan menggunkan suatu standarisasi sehingga dapat saling berinteraksi dan berkomunikasi.

1. Desain Jaringan dan Perangkat Network

Jaringan tersusun atas beberapa host yang terhubung melalui perangkat jaringan. Antara lain sebagai berikut:

a. Protokol Jaringan

Protokol jaringan merupakan suatu standart yang harus saling dimengerti oleh satu komputer dan komputer lain agar dapat saling berkomunikasi.

Protokol jaringan yang sering digunakan hampir seluruh sisterm operasi dan menjadi standart unum dari internet biasanya adalah TCP / IP.

b. Media Transmisi

Ada beberpa media transmisi yang digunakan yaitu :

– Koaxial cable : bentuk seperti cabel TV

– TP (Twisted Pair) : kabel yang terdiri atas 4 pasang yang saling pilin. Ada dua macam yaitu : UTP (tanpa serat) dan STP (ada serat).

– Fiber Optic : kabel yang tersusun atas serat optic

c. Kartu Jaringan / NIC

NIC merupaka perangkat jaringan yang memiliki MAC address yang akan dikenali oleh jaringan.

d. Reapeter, Router, Switch, HUB, Bridge

– Reapeter / brigde berfungsi mengulangi media transmisi.

– Router berfungsi menghubungkan jaringan yang berbeda.

– Switch bersifat duplex artinya bisa mengirim bolak-balik dalam waktu yang bersamaan.

– HUB bersifat half duplex karena tidak dapat mengirim dalam waktu yang sama (saat mengirim, tidak bisa saat itu juga menerima data lain)

Konfigurasi fisik dari host yang terhubung dapat dibedakan atas beberapa macam antara lain :

a). Topologi Bus

terdapat sebuah kabel yang menjadi kabel pusat sebagai media transmisi utama, sehingga terganggunya sebuah host tidak mempengaruhi sistem secara keseluruhan. Sistem akan terputus apabila media transmisi utama terputus.

b). Topologi Ring

dengan adanya topologi ini akan memperkecil coallision karena jalannya searah. Apabila ada suatu host yang mati akan keseluruhan jaringan akan terputus juga.

c). Topologi Star

biasanya media transmisi ini menggunakan kabel UTP, apabila suatu node terganggu maka jaringan keseluruhan tetap akan berjalan biasa. Maka kebanyakan topologi ini lah yang sering digunakan.

2. Konsep TCP/IP

Tujuan utama dari pembuatan suatu jaringan adalah agar satu komputer dengan komputer lain dapat saling berkomunikasi.

TCP / IP tersusun atas empat layer :

a. Layer Network Interface, berhubungan dengan hardware.

b. Layer IP, menangani pengalaman suatu host dalam jaringan.

c. Layer TCP, menangani pengalaman suatu service pada host.

d. Layer Application, berhubungan langsung dengan aplikasi yang berjalan pada host.

3. IP Address

IP Address merupakan pengenal komputer untuk dapat berkomunikasi dengan komputer lain.

a). Bilangan Biner

manusia lebih familier dengan bilangan tetapi komputer lebih familier dan hanya dapat membaca bilangan biner.

b). Pengaturan IP Address

IP Address ada macam yaitu : IP versi 4 yang memiliki 32 bit dan IP versi 6 yang memiliki 128 bit. Yang biasanya digunakan yaitu yang memiliki jumlah bit sebesar 32 bit.

Network ID dan host ID setiap kelas IP komputer akan saling berbeda.

Pengalokasian IP address untuk kelas A, B, C, D dan E

Biasanya Kelas D dan Kelas E digunakan untuk bidang edukasi dan militer sehingga jarang digunakan.

Subnetting Kelas C

00000000 = 0 / 24 tidak valid karena dipakai untuk Network

10000000 = 128 / 25 dan Broadcast

11000000 = 192 / 26

11100000 = 224 / 27

11110000 = 240 / 28

11111000 = 248 / 29

11111100 = 252 / 30

11111110 = 254 / 31 tidak valid

11111111 = 255

Setiap kelas subnet dipakai 2 yaitu netork (IP terkecil) dan broadcast (IP terbesar).

Rumus :

Jika netmask = 255.255.255.192

192 dijadikan biner menjadi 11000000

Maka ; x merupakan banyaknya angka 1

Sehingga didapatkan = 2 subnet

Untuk host ; x merupakan banyaknya angka 0

Sehingga didapatkan = 64 – 2 = 62 host

Cara mencari seperti apa subnetnya :

256 -192 = 64

Didapat dari menambah dengan dirinya sendiri

– subnet = 64

– subnet = 2 x 64 = 128

– maksimal = 192, jadi tidak terpakai

Network pakai 192.168.0.64

IP = 192.168.065.126

Broadcast = 192.168.0.127

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: